Social Icons

Pages

Azzura Dayana

Azzura Dayana

Sabtu, 25 April 2015

[Puisi] Untukmu, Wanita Jelita

Untukmu, Wanita Jelita


Seperti kali pertama saja aku bertemu dengannya
Wanita jelita, di sudut rumah
Mengatakan bahwa diriku berhati lelaki:
berkemauan keras, dan teguh pada inginnya

Wanita jelita, membawa anak ayam dan bunga
Luluh langkah ke pasar, pada pagi buta
Tanpa mau kutemani


Wanita jelita, telah tua usia
Melirik pada karibnya. ”Bukankah saatnya kita pamit.
Dan duduk di beranda, menunggu cucu berarak datang.
Mungkin lama.”

Wanita jelita, meneteskan air dari mataku pada sayapnya
Bersatu dengan kolam dalam pundi yang dikumpulkannya
Aku tahu kini aku yang mengepak sayap itu
”Sedih. Dia ini sedang sedih,” katamu,
bahkan sebelum aku menjadi larutan

Aku akan membungkus sayap itu, suatu saat
Lalu menemui laut dan melepasnya pada camar
Dan hati lelakiku, akan kupulangkan pada tuannya
Mungkin aku telah bertemu, tanpa tahu

Biar aku yang menggiring anak ayam pulang
Menghela kuda, menertawakan padang
atau menjadi gembala, memberimu kalung dari ilalang, perca jadi pelana
Membagi sudut denganmu, wanita jelita
Menadah hujan untukmu

(Azzura Dayana, 1 April, Jakarta Selatan)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar