Social Icons

Pages

Azzura Dayana

Azzura Dayana

Jumat, 27 April 2012

Tahta Mahameru

"Membaca Tahta Mahameru (Pemenang II Lomba Novel Republika).
Jelas sekali penulisnya seorang backpacker :) Dari Mahameru, Borobudur, Tanjung Bira - Sulsel, membuatku ragu Azzura Dayana ini orang Palembang atau Jawa-Makassar ? :) Deskripsi latar sangat jelas. Sepertinya saya harus juga merantau untuk novel berikutnya. Jangan hanya bisa nulis tentang Bugis dan Bugis:)"

Demikian tulis sahabat saya, Gegge Mappangewa, di status Facebooknya. Pemikiran sang jawara utama Lomba Novel Republika dengan judul novelnya Lontara Rindu ini sempat membuat saya tersenyum-senyum juga. Tampaknya saya cukup berhasil untuk tidak menampakkan ke-Palembang-an saya di novel ketujuh saya ini, ya :)

Ya, novel ini memang berlatarkan banyak tempat: yang terutama adalah desa Ranu Pane & Gunung Semeru di Jawa Timur, dan Tanjung Bira di telapak kaki Sulawesi Selatan. Tempat-tempat super eksotis yang memang pernah saya datangi dan saya eksplor. Latar lainnya adalah Borobudur, Makassar, Bromo, Jakarta, dan Surabaya.


***
Hari ini, kiriman 10 eksemplar novel Tahta Mahameru tiba di rumah saya. Novel ini insyaAllah sudah bisa dicari di toko buku Gramedia. 



SINOPSIS:

“Mahameru… Puncak Abadi Para Dewa.” Ikhsan memandang Mahameru lagi. “Apakah itu artinya… Allah tidak punya tempat di sana?” 

Faras, si gadis kutu buku asal desa Ranu Pane hanya bisa mengangkat tinggi kedua alisnya.

“Seperti aku, kamu juga tidak tahu banyak tentang tahta Mahameru?” tanyanya lagi. 

Tahta Mahameru? 

Itulah salah satu dari tiga pertanyaan tak terjawab dari Ikhsan kepada Faras. Masing-masing diajukan dalam tiga pertemuan singkat mereka sebelum mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Pendaki gunung berwatak keras dari keluarga yang penuh kebencian ini menjadikan Mahameru sebagai peredam sesaat jiwanya yang penuh dendam. Namun kegetiran semakin memuncak sampai akhirnya ia benar-benar membalas dendam dan hidup terasing. Faras, sang teman baik yang merasa bersalah dalam terseretnya Ikhsan ke ujung tanduk menelusur jejak sang pendaki hingga melintasi pulau. Ia ditakdirkan bertemu dan seperjalanan panjang dengan Mareta, seseorang yang ternyata terkait dalam dendam keluarga Ikhsan. 

Apa sebenarnya yang terjadi pada Ikhsan setelah menghilang tiga tahun? Lalu masih pentingkah Faras mengungkap semua jawab atas pertanyaan esensial Ikhsan yang dulu, melalui keajaiban demi keajaiban dalam pendakian Mahameru yang mungkin tak terlihat selama ini? 

Tahta Mahameru, sebuah novel yang tak hanya menyajikan rangkaian peristiwa luar biasa tentang kehidupan anak manusia, tapi juga menyuguhkan petualangan tokoh-tokohnya dari satu daerah ke daerah lain, menghadirkan sisi religi yang menggugah, dan ikut mengupas latar adat suku Bugis yang kental dan terkenal akan kapal pinisi mereka. Serta tentu saja, pendakian Gunung Mahameru yang berbeda dari biasanya. 

***

More details:
Tokoh utama: Raja Ikhsan, Faras, Mareta (nama2 terinspirasi dari nama murid-murid)
Sudut pandang: orang pertama, dari tiga tokoh utama di atas secara bergantian
Alur: maju - mundur

Tebal: 380 halaman
Harga per eksemplar Rp55.000.
Pemesanan bisa juga di: Republika, atau azzura_dayana@yahoo.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar